Monday, March 14, 2016

Sosialisasikan SK Baru Pedoman Berbagi Hasil Hutan

Sale-KPH kebonharjo kemarin mensosialisasikan terbitnya Surat Keputusan (SK) baru terkait perubahan pedoman berbagi hasil hutan, di Gedung Kesambi komplek kantor setempat, Sosialisasi sekaligus diisi pendistribusian dana subsidi silang untuk LMDH binaan.


Administratur KPH Kebonharjo, Ir Sudarwanto pada kesempatan tersebut menerangkan, sebelumnya pedoman berbagi hasil hutan diatur dalam SK Direksi Perum Perhutani Nomor 001/KPTS/DIR/2001, kemudian pada tahun ini terbit pengganti SK Direksi Perum Perhutani Nomor 436/KPTS/DIR/2011. Dengan adanya perubahan tersebut tentu harus disosialisasikan kepada stakeholder yang terkait.


Tercatat kurun waktu 7 tahun semenjak tahun 2003 hingga tahun 2010, KPH Kebonharjo telah menyalurkan dana sharing ke LMDH binaan total senilai Rp.4,3 miliar. Diakuinya untuk pendistribusian dana sharing tiap tahun memang tidak semua LMDH menerima, karena tidak berada pada petak pangkuan kayu produksi atau wilayah tebangan, seperti halnya sewaktu dibagikan dana sharing tahunn 2010 belum lama ini.


Menurut Sudarwanto, dalam aturan baru disebutkan untuk LMDH yang tidak menerima dana sharing, berhak mendapat subsidi silang sebesar 2%. Sehingga pada kegiatan sosialisasi sekaligus dimanfaatkan untuk melaksanakan pembagian dana subsidi silang kepada LMDH yang tidak menerima dana sharing, dimana tujuannya yaitu untuk mewujudkan semangat kebersamaan antar LMDH dan kedepan mampu mandiri.


Ditambahkan, dana sharing tahun 2010 sebesar Rp.759 juta dibagikan kepada 15 dari total 59 LMDH binaan, sisanya mendapatkan dana subsidi silang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dipesan agar dana yang nantinya diterima digunakan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat dan dapat berkembang, misalnya untuk peningkatan usaha produktif yang pada akhirnya anggota LMDH meningkat kesejahteraannya.


Dana subsidi silang diserahkan oleh Zuber usman Ketua Paguyuban LMDH Wana Kelasa, salah satu penerima dana sharing kepada Administratur KPH Kebonharjo untuk selanjutnya dibagikan kepada 34 LMDH yang berhak menerima. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pertanian dan Kehutanan, Camat Sale Kabupaten Rembang, Camat Jatirogo Kabupaten Tuban, Camat Banjarejo Kabupaten Blora dan segenap pengurus LMDH binaan KPH Kebonharjo. ( heru)

Saturday, March 12, 2016

Pebisnis Perlu Nyali

Ada hal yang menarik disimak dari bisnis Trihatma Kusuma Haliman. Pemimpin Grup Agung Podomoro ini tidak sekadar bergerak agresif mendirikan mal, pusat perkantoran, sentra hunian apartemen dan perumahan, tetapi ada sesuatu yang khas dari langgam Trihatma dalam berbisnis. 
Kekhasan itu tidak sekadar ditunjukkan dengan produk yang bermutu dan selalu laris manis di pasaran, tetapi karena grup usaha ini memiliki hal tipikal yang membuatnya masyhur, yakni nyali, elan, dan moral.
Para penyuka mal tentu masih ingat bahwa pada era 1990-an sampai era 2000-an Plaza Senayan menjadi salah satu plaza atau mal terbaik di Indonesia. Di dekat Plaza Senayan, dalam hitungan ”sepelemparan batu”, tegak tiga pusat belanja yang bukan kelas ”kalengan”. Namun, Plaza Senayan sulit disaingi. Ia tetap berada di panggung elite Indonesia. Pengunjung rela antre berbelanja, makan, ngupi-ngupi, dan bahkan cukur rambut.
Dengan latar belakang seperti ini, mengapa Anda membangun Senayan City? Tidak takut tergulung?
Saya justru melihat peluang sangat terbuka di situ. Bayangkan, di Plaza Senayan, pengusaha yang hendak membuka gerai baru mesti antre panjang, entah kapan mendapat giliran masuk plaza tersebut. Sejumlah penghasil produk premium membuka gerai di plaza papan atas tidak sekadar karena ingin komoditasnya laku, tetapi juga untuk menunjukkan mereka berada di panggung prestisius.
Kami tidak giris dengan kondisi itu. Kami membangun Senayan City dan dibuka Juni 2006. Letaknya persis di seberang Plaza Senayan. Luas area malnya tidak tanggung-tanggung, 78.000 meter persegi (total area bangunan 238.000 meter persegi).
Banyak kalangan mempertanyakan ”hitungan bisnis” Anda. Magnet apa yang hendak digunakan untuk menarik pengunjung? Areal mal yang luas tidak mudah diisi para pebisnis.
(Tertawa). Saya selalu berpikir optimistis. Menurut survei sederhana yang dilakukan tim kami, ada fakta bahwa warga Jabodetabek dan warga Indonesia di provinsi lain yang datang ke Jakarta masih membutuhkan mal bermutu. Saya merasa terajak masuk ke panggung kompetisi bisnis mal. Saya percaya kepada rahmat Tuhan, pun percaya bahwa dengan strategi bisnis yang baik, langkas bekerja, kerja tim yang harmonis, keinginan meraih mal yang baik akan terwujud.
Ada yang Anda tekankan?
Saya menggarisbawahi aspek nyali. Bagi saya, konsep bisa bagus, tim bisa kuat, jaringan bisa luas, tetapi tanpa nyali, tanpa elan, semua aspek besar itu tidak akan berarti apa-apa.
Jangan pernah abaikan aspek nyali. Senayan City kini bersinar terang dan ramai. Antrean untuk membuka gerai usaha cukup panjang. Dalam pertemuan properti di Singapura dan Shanghai baru-baru ini, Senayan City menjadi salah satu mal yang ramai dipercakapkan karena dipandang memberi nuansa baru.
Senayan City menjadi tonggak baru bagi Agung Podomoro Group?
Bisa juga disebut begitu, sebab begitu Senayan City sukses, kami membangun Mall of Indonesia (MOI). Mal ini dibangun juga dengan nyali, sebab di sekitarnya terdapat setidaknya dua mal besar, yakni Mal Kelapa Gading dan Mal Artha Gading. Yang kemudian terjadi, MOI juga meraih pangsa besar dalam kancah mal di area regional. Dengan MOI, kami ingin membawa keriangan dalam mal. Kami pun seolah ingin memberi tahu publik bahwa di samping panggung belanja, makan, dan bisnis, ada sisi lain dari mal, yakni arena bermain untuk anak-anak, remaja, dan bahkan kalangan dewasa. Ajakan inilah yang membuat MOI ramai.
Setelah MOI?
Kami tidak bisa berhenti, tidak ingin momen emas itu lesap. Kami membangun mal baru, Central Park. Pembangunan mal ini menimbulkan tanda tanya sebab dibangun di antara dua mal yang ramai, yakni Mal Taman Anggrek dan Mal Ciputra.
Seperti dugaan kami, Central Park yang dibuka pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2009 ini segera merebut hati publik Indonesia. Publik suka dengan mal yang tegak di areal seluas 125.000 meter persegi itu. Mereka merasa tersihir oleh area hijau seluas 1,5 hektar. Dan hal yang menggetarkan, Central Park menjadi primadona properti Asia dalam bersaing dengan mal-mal yang ada di belahan dunia lain, di Shanghai beberapa bulan lalu.
Saya tidak ngecap lho. Tetapi lihatlah sendiri, taman Central Park menggenggam pesona. Ratusan pohon elok hidup berdampingan dengan air mancur spektakuler. Adapun enam kolam ikan koi bagai telaga kecil yang siap menyedot keresahan manusia. Di beberapa titik, terdapat arena bermain yang menyenangkan. Ada pula belasan barisan tempat duduk panjang yang memungkinkan warga Jakarta belajar atau bekerja dengan laptop atau iPad-nya di situ. Kalau letih belajar, sesekali pandanglah pohon stopedia dan trembesi yang sungguh rindang. Damai terasa menyelusup ke pedalaman sukma.
Anda terkesan gencar membangun apartemen. Mengapa?
Benar. Kami sudah membangun 220 menara apartemen, 8 mal, 36 gedung perkantoran. Mimpi kami adalah membangun ”kota dalam kota” dalam skala besar. Maka kami membangun sejumlah superblok yang spektakuler. Superblok di Central Park misalnya, yang menggunakan nama Podomoro City. Di ”kota” dengan luas 9,7 hektar itu terdapat pusat bisnis menengah sampai raksasa. Ada mal, sentra perkantoran. apartemen. Ada pula sekolah, pusat olahraga, kesehatan, rehabilitasi medik, pusat belanja, sentra restoran, rumah makan sederhana, kantor-kantor pemerintah.
Dengan segenap fasilitas itu, kami ingin warga mengurangi jumlah bepergian, memotong perjalanan. Untuk merengkuh semua lokasi, cukup dengan berjalan kaki atau bersepeda.
Formula ”kota dalam kota” saya yakini akan sangat mengatasi kemacetan. Pun hemat energi, irit bahan bakar, tidak menambah polusi dan tidak menimbun stres. Saya lega sudah membangun setidaknya tujuh ”kota dalam kota”. Dalam satu kota, bisa terdapat hunian puluhan ribu warga, tergantung besaran ”kota dalam kota tersebut”.
Dari formula ini lalu muncul pertanyaan, apakah dengan demikian warga yang bekerja di Jakarta sebaiknya tinggal di Jakarta. Warga yang bekerja di Bogor sebaiknya tinggal di Bogor?
Untuk berdomisili di Bogor, tetapi lebih suka bekerja di Jakarta adalah hak warga. Begitu pula berdomisili di Depok, Bekasi, bahkan Cianjur, tetapi memilih bekerja di Jakarta juga menjadi hak setiap warga. Bagi saya, megasuperblok atau ”kota dalam kota” itu hanya sebuah tawaran atau sebutlah gugahan untuk hidup dan bekerja lebih efisien. Konsep itu bisa juga berupa ajakan, sebab alangkah indahnya kalau waktu tiga sampai empat jam yang biasa dihabiskan untuk perjalanan ke kantor atau pulang kantor digunakan sebaik-baiknya untuk bekerja, berolahraga, atau bahkan mendengar musik atau mendengar kicau burung lebih lama.
Bicara tentang Anda, kapan mulai meniti karier di Agung Podomoro?
Ketika pulang dari sekolah arsitektur di Kaiserslautern, Jerman, 1973, saya langsung terjun ke lapangan. Saya ikut menyekop campuran semen, menyusun batu, memasang atap, makan bersama dengan para tukang.
Anda menyukai detail pekerjaan. Mengapa?
Iya, saya menganggap itu aspek yang amat penting. Kita kan terbiasa bicara besar, tetapi lupa pada detail-detailnya. Maka, setiap hari saya menyempatkan diri datang langsung ke lapangan dan menyapa para staf. Saya tidak mau hanya menyuruh, tetapi menanyakan kebutuhan mereka. Mesti ada upaya lebih menyejahterakan karyawan. Dialog dengan karyawan juga asyik. Bisa dapat banyak masukan.
Anda menyukai percakapan yang menyentuh masalah moral dan hal-hal yang berkaitan dengan kemanusiaan. Ada peristiwa yang berkesan?
Sebetulnya tidak juga. Saya acap bicara moral semata karena ingin menekankan moral tinggi dan etik dalam bekerja. Saya pun mengajak para staf untuk menghargai pertemanan. Mau mendengar teman berkeluh-kesah, bersimpati kepada kaum papa. Kalau perlu bangun rumah untuk mereka.
Saya kerap menggamit staf untuk melihat rumah-rumah penduduk seluas dua kali dua meter atau kawasan marjinal di tepi sungai. Kita harus membantu mereka agar suatu saat mereka memiliki rumah layak huni. Bukankah kita sama dengan mereka, yang bisa sakit, menangis, terbahak-bahak.
Ada yang hendak Anda sampaikan?
Oh, ya, saya hendak menekankan pentingnya harmoni keluarga. Bagi saya, kalau staf hidup harmonis, pekerjaannya akan keren. Sebaliknya kalau staf suka ribut di dalam keluarga, pekerjaannya pasti tidak beres. Dalam soal begini, saya tidak main-main. Saya bisa memberhentikan seorang eksekutif tingkat tinggi yang ketahuan menelantarkan istri.
Marilah kita jujur, kalau kita pening, kepada siapa kita ajak bicara. Tentu kepada orang terdekat kita, yakni istri dan anak-anak. Kita stres dengan pekerjaan, ada istri yang datang menyapa kita dengan senyumannya yang menyejukkan. Di bola mata istri, kita melihat telaga yang melegakan, di situlah kita berlabuh.
 
Sumber :
Kompas Cetak
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/12/31/08321387/Pebisnis.Perlu.Nyali

Ikan Wader I

WADER merupakan ikan yang banyak dinikmati terutama untuk lalapan di rumah maupun untuk warung kuliner. ikan wader adalah jenis ikan kecil dari suku  Cyprinidae. Beberapa spesies ikan wader yang yang kita kenal adalah wader pari (lunjar padi), wader bintik dua, dan beberapa jenis lain yang biasa disebut dengan wader saja. Ikan yang sering dikonsumsi lantaran memiliki rasa gurih ini biasa menempati danau dan sungai, bahkan selokan yang berair jernih.

Ikan wader secara umum tersebar di Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Lombok dan Bali), Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kamboja, Brunei Darusalam, hingga ke India dan sebagian China. Di seluruh dunia diperkirakan terdapat lebih dari seratus jenis (spesies) wader dari sekitar belasan genus.

Wader Pari dikenal juga dengan nama Lunjar Padi (Rasbora argyrotaenia), lunjar andong (Jawa), cecereh, ikan cere (Betawi), paray (Sunda), pantao, seluang (Sumatera), dan  seluang (Kalimantan).

Ikan lunjar padi memiliki panjang maksimal 17 cm . Tubuhnya berwarna kuning keemasan di bagian atas dan berwarna putih keperakan di bagian bawah. Sedangkan wader bintik dua (Puntius binotatus) merupakan salah satu spesies wader yang di beberapa daerah di Indonesia biasa disebut sebagai beunteur (Sunda), wader cakul atau wader (Jawa), puyan (Banjar), tanah atau sepadak (Beng-kulu).

Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai spotted barb atau common barb. Sedang dalam bahasa Malaysia disebut Bunter, Putih, Tebal Sisek. Dalam bahasa ilmiah (latin) dinamakan Puntius binotatus.

Ikan wader bintik dua mempunyai ukuran kecil-sedang dengan panjang total sekitar 10 cm. Meskipun jarang besar namun wader bintik dua mampu mencapai panjang 17 cm. Wader jenis ini  mempunyai empat sungut kecil di ujung moncongnya. Tubuhnya berwarna abu-abu kehijauan atau keperakan dengan dua bintik yang terdapat di pangkal sirip belakang dan di tengah batang ekor. Seratus Jenis Ikan wader bintik dua biasa ditemukan bersama spesies wader lainnya mulai dari pantai hingga daerah berketinggian 2.000 meter dpl. Wader bintik dua menyukai air selokan dangkal, sungai bahkan danau yang berair jernih.

Selain kedua jenis wader tersebut masih terdapat sekitar seratusan jenis wader di dunia. Tidak sedikit dari spesies tersebut yang merupakan spesies endemik.

Ikan wader pada umumnya dimanfaatkan untuk dikonsumsi secara lokal sebagai lauk. Beberapa warung makan di Jawa dan Kalimantan ada yang menjadikan wader sebagai menu utama. Rata-rata wader yang dikonsumsi merupakan hasil tangkapan dari alam liar, lantaran masih sangat jarang yang membudidayakan ikan kecil ini.
Padahal di luar negeri, konon, ikan ini telah memiliki nilai komersial yang cukup tinggi sebagai ikan hias.

Wader Pari (Jawa) atau dikenal juga sebagai Lunjar Padi (Rasbora argyrotaenia). Pada mulanya ikan ini diberi nama Leuciscus argyrotaenia oleh P. Bleeker pada tahun 1850. Delapan tahun kemudian dipindahkan olehnya sendiri ke dalam marga yang lain, Opsarius. Dan akhirnya pada 1860, dipindahkan lagi oleh Bleeker ke dalam marga yang baru, Rasbora. Ikan ini menyebar di pulau-pulau Sunda Besar, Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Filipina.

Ikan ini bertubuh kecil ramping, dengan panjang maksimal sekitar 170 mm. Tubuh berwarna cokelat kuning di bagian atas (dorsal) dan putih keperakan di sisi dan bagian bawah, terutama di bagian perut.
Wader Pari Sebuah garis keemasan di dalam, berjalan bersama garis kehitaman di bagian luar pada masing-masing sisi tubuh, dari belakang tutup insang hingga ke batang ekor.
Formula sirip punggung (dorsal) yakni dua jari-jari keras (duri) diikuti tujuh jari-jari lunak. Sirip dubur (anal ), sirip dada (pectoral), sirip perut (ventral), serta jumlah sisik pada gurat sisi (linea lateralis) 29-30 buah.

Batang ekor (peduncle) dikelilingi 14 sisik; antara gurat sisi dengan awal sirip perut diantarai oleh 1-1Ω sisik.

Lunjar padi sering ditemui dalam kelompok besar, di danau, parit atau sungai-sungai yang relatif tenang. Sering pula bercampur dengan ikan-ikan lunjar (Rasbora) yang lain dan wader (Puntius) yang memiliki kebiasaan serupa.

Bersama dengan lunjar dan wader pada umumnya, lunjar padi merupakan ikan konsumsi yang digemari karena rasanya. Lunjar dan wader goreng merupakan hidangan istimewa pada beberapa restoran terkemuka. Ikan-ikan ini ditangkap dari populasi liar di perairan umum, dan kebanyakan hanya dijual di pasar-pasar local.
Ada banyak jenis wader yang sering terpancing di sungai-sungai sekitar Jojga ini, ada wader cakul, wader kepek, wader pari dll.

Memancing wader tidaklah sulit, karena ikan wader selain hidupnya bergerombol makannya juga tergolong rakus, sehingga dimana ada kawanan wader begitu kita lemparkan umpan pasti langsung jadi rebutan hingga tak jarang ada yang sampai kecantol mata kail di ekor bahkan di matanya.

Untuk memancing wader sebetulnya tidak ada teknik khusus, tapi bagi penikmat mancing tentunya memancing tidaklah sekedar mendapat ikan, tapi tentu ingin merasakan sensasinya. Berdasarkan pengalaman, fishing tackle yang dipergunakan akan menentukan kenikmatannya.

EKSPOSE HASIL PEMBANGUNAN AGROPOLITAN


Jum’at (27/5) bertempat di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Pemerintah Kab. HSS dan Tim Peneliti dari Lembaga Penelitian Unlam Banjarmasin melakukan Ekspose Analisis Hasil Pembangunan Agropolitan Kab. HSS.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kab. HSS Jafar, S. Hut beserta anggota DPRD Kab. HSS, Sekretaris Daerah HSS Drs. H. Achmad Fikry, M. AP, para pimpinan SKPD, para Kepala Bagian Lingkup Setda HSS serta Muhammad Fauzi dan Ir. Hj. Umi Salawati dari Tim Penelitian Unlam Banjarmasin.

Sekretaris Daerah HSS Drs. H. Achmad Fikry, M. AP dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sesuai dengan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yakni menuju Kabupaten HSS yang Agropolitan dan Religius atau pembangunan pertanian yang berbasis Agro-Industri dan Keagamaan.

Untuk menyusun Misi maka yang digunakan adalah memantapkan Gerbang Perkotaan menuju Kab. HSS yang Mandiri, Unggul, dan Relegius. Beliau mengutarakan ada 3 (tiga) Grand Strategi Pembangunan yakni Meningkatkan Kemandirian baik Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, dan Masyarakat. Meningkatkan Keunggulan Daerah baik Keunggulan Kompetitif maupun Keunggulan Komparatif. Dan meningkatkan Penerapan Nilai-Nilai Religius dalam Kehidupan Berpemerintahan dan Bermasyarakat.

Muhammad Fauzi dari Tim Penelitian Unlam Banjarmasin menyampaikan laporannya bahwa evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana capaian yang sudah dicapai dan hal-hal yang perlu diperbaiki kedepan. Strategi pengembangan sistem dan usaha Agribisnis ditingkatkan menjadi strategi yang mensinergikan pengembangan agribisnis dengan pendekatan wilayah, pendekatan pembentukan dan pengembangan kawasan Agropolitan sehingga dapat mengurangi kemiskinan.

Muhammad Fauzi mengungkapkan bahwa Pemkab. HSS perlu melakukan proyeksi dan target kedepan termasuk proyeksi Anggaran atau pembiayaan agar target tersebut dapat tercapai. Adapun tujuan ekspose untuk menyampaikan informasi hasil evaluasi pembangunan agropolitan Kab.HSS, memantapkan persamaan persepsi antara pihak Eksekutif dan Legislatif dalam hal pembangunan agropolitan Kab. HSS, membangun dukungan Legislatif khususnya alokasi anggaran dan menjaring berbagai masukan pendapat dan saran untuk menyempurnakan kegiatan evaluasi yang akan dilakukan pada tahun 2011 sampai 2013.

Gerbang Perkotaan yakni yang pertama pengembangan wilayah pegunungan seperti perkebunan, pertanian, pariwisata dan pertambangan. Yang kedua pengembangan wilayah rawa seperti Pertanian, Perkebunan dan Perikanan. Dan yang ketiga pengembangan wilayah perkotaan seperti Jasa, Pendidikan, Kesehatan dan Usaha Rumah Tangga. Ada tiga pilar sasaran pembangunan yakni Kemandirian Daerah tercapai 50,55%, Keunggulan Daerah tercapai 30,35% dan Kehidupan yang Religius mencapai 40,45%.

Kemandirian Daerah ada tiga yakni pihak Pemerintah, Swasta dan Masyarakat. Beliau mengatakan bahwa kinerja luas panen padi sampai tahun 2009 cukup bagus, tetapi pada tahun 2010 mengalami penurunan terutama padi sawah karena terjadi perubahan iklim. Dalam hal tersebut perlu adanya adaptasi perubahan iklim dalam adaptasi tanaman sehingga bisa kembali berjalan normal spaya tidak lagi terjadi pangan yang tidak terpenuhi. Pada tahun 2009 kinerja luas panen padi rata-rata 5 ton/Ha. Beliau berharap target peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan rata-rata hasil padi pada tahun 2013 mendatang bisa mencapai 5,5 ton/Ha. Dan kondisi jaringan irigasi seperti Taal dan Jaraw mengalami banyak kerusakan.

Beliau mengatakan bahwa luas daerah yang dapat diairi pada Irigasi Amandit mencapai 5472 Ha, yang terbagi dalam wilayah layanan sebelah kiri dan kanan sungai Amandit, tersebar di Kecamatan Padang Batung, Kandangan, Sungai Raya, Simpur dan Angkinang. (siska_hms)

Semarakkan sedekah bumi

Sulang-Acara sedekah bumi yang berlangsung di desa Pranti kecamatan Sulang kemarin diisi dengan berbagai kegiatan yang diawali dengan .bersih desa. Mulai dari jalan masuk desa Pranti, jalan setapak dan jalan poros desa.


Kepala Desa Pranti Dahlan mengatakan, kegiatan bersih desa ini merupakan kegiatan yang sudah diagendakan setiap tahun oleh aparat desa setiap ada acara sedekah bumi tiba.


Menurutnya, Kegiatan ini setidaknya akan menggugah masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya. Acara sedekah bumi dini digelar sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan petani dalam satu tahun. Dengan harapan hasil panen ditahun tahun mendatang bisa semakin berlimpah.


Disebutkannya, selain kegiatan bersih desa panitia juga mengadakan sejumlah kegiatan hiburan seperti pertandingan sepak bola pemuda setempat dengan para orang tua. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan nuansa lebih semarak dan antusias warga untuk menontonnya.


Ditambahkannya, selain pertandingan sepak bola juga ada kegiatan hiburan dangdut dan ketoprak.

Kepemimpinan yang pantang mennyerah dan ulet

Kepemimpinan yang pantang mennyyerah dan ulet_ Kemungkinan gagal dalam bisnis adalah ancaman yang slalu ada bagi seseorang wirausahawan. Setiap usaha yang dilakukan tidak ada jaminan sukses sehinggga wirausahawan harus menerima berbagai resiko yang berhubungan dengan kegiatan bisnisnya. Pada umunya, kegagalan dalam mengelola dalam dalam hal bekerja sama.

(Kepemimpinan yang pantang mennyyerah dan ulet)

Komponen utama dalam menerapkan pentingnya kerja pantang menyerah dan ulet didalam kepemimpinan, yaitu :
• Mencakup komitmen tinggi di dalam bekerja
• Mempunyai etos kerja yang tinggi
• Melibatkan orang lain dalam bekerja
• Manyangkut distribusi kekuasaan didalam bekerja
• Menyangkut penanaman pengaruh dalam menarahkan para karyawan peruahaan
Pada hakikatnya sikap pantang menyerah dan ulet akan melahirkan mental di dalam kepemimpinan. Dengan adanya kepemimpinan yan unggul, maka orientasi pemimpinan akan tertuju pada sasaran dalam kegiatan usahanya, hubungan kerjanya, dan efektivitasnnya. (Kepemimpinan yang pantang mennyyerah dan ulet)

Makanan dan minuman kadaluwarsa masih ditemukan

Rembang-Tim gabungan pengawasan produk pangan menjelang lebaran terdiri dari Dinas kesehatan, Dinperindakop, Satpol PP dan Polres Rembang masih menemukan makanan dan minuman kadaluwarsa atau rusak yang diperjualbelikan di pertokoan maupun di pasar diwilayah Rembang. Temuan tersebut berdasarkan hasil sidak selama 3 hari di kecamatan sumber, kaliori, sarang, kragan, Lasem dan Sluke.


Sidak dilakukan sebagai langkah pengawasan produk makanan dan minuman yang rusak maupun kadaluwarsa, agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat. Dari hasil temuan ini Tim gabungan langsung menyita makanan dan minuman kadaluwarsa, dan sesuai prosedur akan dimusnahkan. Demikian keterangan kepala dinas kesehatan Kabupaten rembang Sutejo melalui Kasi farmasi dan perbekalan Susi Haryanti.


Susi Haryanti menyebutkan, pemilik makanan dan minuman yang kedapatan masih menjual makanan dan minuman kadaluwarsa juga diminta membuat surat pernyataan, apabila produk makanan dan minuman yang disita dalam jangka 1 bulan tidak diambil, sesuai ketentuan akan dimusnahkan.


Dia juga mengingatkan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan teliti saat membeli produk makanan dan minuman, khususnya menjelang lebaran karena banyak produk makanan beredar dipasaran, yakni dengan melihat tanggal kadaluwarsa di bungkusnya saat membeli produk makanan.