Saturday, March 12, 2016

Canangkan Gerakan Sosial Pendidikan

Sedan-Terhitung mulai Minggu 27 November, dunia pendidikan di Kecamatan Sedan memulai gerakan bidang sosial kemasyarakatan. Bagi orang tua siswa Sekolah Dasar, khususnya keluarga kurang mampu yang tengah mengalami musibah menerima tali asih, berasal dari iuran bersama dari semua SD di wilayah setempat.


Kepala UPT Sedan Dwi Santoso didampingi anggota paguyuban Kepala Sekolah Dasar setempat dan relawan kesehatan Mata Hati dari Kragan, pada hari Minggu menyerahkan tali asih hasil iuran siswa se-Kecamatan Sedan kepada pasangan suami istri Mustakirun-Lasirah, orang tua siswa M Ali Muhtadlo yang meninggal dunia hari Rabu kemarin. Penyerahan uang kepedulian bersama ini dilakukan di Desa Sidomulyo RT 1-RW 1, kediaman pasutri yang sedang menangguk duka ditinggalkan buah hati yang mereka sayangi.


Dwi Santoso usai menyerahkan tali asih menerangkan gerakan sosial kemasyarakatan di bidang pendidkan menjadi program yang berkesinambungan, dicanangkan bersamaan penyerahan batuan kepada orang tua M Ali Muhtadlo, siswa SD Sidomulyo yang sebelum meninggal mederita penyakit kanker otak. Nantinya pungutan bersifat insidentil, dikumpulkan dan disalurkan kepada siswa yang tengah mengalami musibah. Besaran bantuan tidak ditentukan namun didasari ikhlas karena bertujuan meringankan keluarga siswa yang sedang mengalami musibah.


Gerakan mengumpulkan iuran dari siswa SD di lingkup Kecamatan Sedan dimaksudkan juga untuk mengimplementasikan pendidikan berkarakter, khsusunya mengajarkan anak-anak supaya berakhlak mulia, mau peduli dengan sesama. Kedepan diharapkan aksi sosial di bidang pendidikan lebih luas skalanya seperti menyalurkan bantuan alat tulis dan sarana belajar mengajar untuk siswa dari keluarga kurang mampu.


Sedangkan Budi Utomo koordinator relawan Mata Hati menjelaskan, gerakan aksi sosial difokuskan di dunia pendidikan, utamanya memberikan batuan kepada keluarga siswa yang membutuhkan dan berasal dari keluarga kurang mampu. Kedepan pihaknya berharap agar orang tua yang anaknya tengah menderita sakit parah dan membutuhkan bantuan penanganan khusus agar menghubungi Mata Hati untuk diupayakan solusinya. (Antok)

No comments:

Post a Comment